Belajar gratis

Ilmu yang kupelajari, kubagikan gratis

Prinsipku sederhana. Berikan manfaat sebanyak mungkin dulu. Kalau ada yang terbantu, kamu bisa mendukung lewat modul, buku, atau bimbel.

Belajar AI

Mulai belajar AI dari masalahmu sendiri

AI bikin kerja lebih cepat, membantu memunculkan ide, dan membantu memilih prioritas. Tapi tanpa berpikir kritis, AI cuma jadi mesin penyalin jawaban.

  1. Tentukan dulu tujuanmu. AI baru membantu kalau kamu tahu apa yang dicari.
  2. Pilih satu tugas nyata minggu ini, misalnya menyiapkan presentasi konsep atau merangkum jurnal.
  3. Tulis permintaan dengan empat bagian: konteks, tugas, batasan, dan format jawaban.
  4. Minta AI menjelaskan alasannya, lalu cek fakta dan sumbernya sendiri.
  5. Keputusan desain dan isi tugas tetap milikmu. AI teman diskusi, bukan joki.
Prompt empat bagian
KonteksAku mahasiswa Desain Interior semester 3. Minggu depan aku presentasi konsep kafe kecil 6 x 8 m untuk anak muda di Jogja.
TugasBantu aku menebak 3 pertanyaan kenapa yang paling mungkin ditanyakan dosen, plus data yang perlu kusiapkan.
BatasanJangan buatkan desainnya. Bahasa santai, maksimal 150 kata, sebut sumber yang bisa kucek sendiri.
FormatTabel 3 baris: pertanyaan, data yang dicari, dan sumbernya.
1. Kenapa kasir di dekat pintu. Data: alur pengunjung dari observasi kafe sejenis. 2. Kenapa lampunya hangat. Data: tingkat cahaya dari SNI 6197:2011. 3. Kenapa mejanya segitu. Data: jarak antarmeja dari buku standar dan pengukuranmu sendiri.

Belajar efektif

Ingat lebih lama dengan mengulang di waktu yang tepat

  1. Tutup catatan, lalu coba ingat isinya. Cara ini namanya active recall, dan jauh lebih nempel daripada membaca ulang.
  2. Ulang materi di H+1, H+3, H+7, H+14, dan H+30 setelah pertama belajar. Tekan tombol di bawah untuk melihat gunanya.
  3. Jelaskan ulang dengan bahasamu sendiri, seolah mengajari adik tingkat.
  4. Campur jenis soal saat latihan supaya otak terbiasa memilih cara.
  5. Tidur cukup, karena otak merapikan ingatan saat kamu tidur.

Hari pertama adalah saat ingatan paling cepat hilang. Makanya ulangan pertama paling penting.

Kurva lupa Ebbinghaus

Berapa persen hasil belajarmu yang masih tersimpan setelah tidak diulang. Makin kecil angkanya, makin banyak yang harus dipelajari dari awal.

Lihat data dan sumber
Jeda setelah belajarSavings
Ebbinghaus, H. (1885/1913). Memory: A Contribution to Experimental Psychology. psychclassics.yorku.ca Murre, J. M. J., & Dros, J. (2015). Replication and Analysis of Ebbinghaus' Forgetting Curve. PLOS ONE, 10(7), e0120644. doi.org/10.1371/journal.pone.0120644

Mengatur keuangan

Uang saku cukup sampai akhir bulan

  1. Catat semua pengeluaran selama 30 hari tanpa menghakimi diri sendiri.
  2. Bagi uang di awal bulan jadi kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Pembagian 50, 30, dan 20 persen bisa jadi titik awal.
  3. Sisihkan tabungan duluan, baru belanja dari sisanya.
  4. Kumpulkan dana darurat sedikit demi sedikit sampai cukup untuk beberapa bulan biaya hidup.
  5. Belanja alat dan bahan tugas pakai daftar supaya tidak lapar mata.
Misal uang saku sebulanRp1.500.000
  • Kebutuhan: makan, kos, transport, bahan tugasRp750.000
  • Keinginan: nongkrong, hobi, langgananRp450.000
  • Tabungan dan dana daruratRp300.000

Angka di atas cuma gambaran. Sesuaikan persentasenya dengan biaya hidup di kotamu.

Mengatur apa pun

Satu sistem untuk kuliah, tugas, dan hidup

  1. Kumpulkan semua tugas di satu tempat, misalnya database Notion.
  2. Pindahkan tugas penting ke Google Calendar sebagai blok waktu.
  3. Kerjakan tugas paling berat di jam energimu paling tinggi.
  4. Review mingguan setiap Minggu malam, cukup 20 menit.
  5. Sisakan ruang kosong di jadwal untuk hal yang tidak terduga.
  • Kuliah
  • Studio dan tugas
  • Belajar ulang
  • Istirahat

Catatan singkat untuk hidup kuliah

Berpikir kritis

Punya pendirian, bukan ikut-ikutan

  1. Sebelum setuju, cari dulu alasannya, bukan siapa saja yang sudah setuju.
  2. Pisahkan fakta, pendapat, dan perasaan.
  3. Ulangi argumen orang lain dengan kata-katamu sebelum membantah.
  4. Beda pendapat itu boleh. Justru itu inti diskusi.

Ikut membeli atau ikut setuju hanya karena semua orang melakukannya disebut efek ikut-ikutan. Keputusan yang baik lahir dari nalar, bukan dari keramaian.

Tujuan hidup

Tujuan per 3 bulan

  1. Tulis arah besarmu untuk 10 tahun dalam satu kalimat.
  2. Turunkan jadi tujuan 1 tahun, lalu tujuan 3 bulan (satu kuartal).
  3. Pilih satu kebiasaan kecil untuk minggu ini.
  4. Tinjau ulang setiap akhir kuartal.

Pikir besar, mulai kecil, kerjakan sekarang. Unduh Lembar Tujuan 3 Bulan, gratis.

Membaca

Membaca 10 halaman sehari

  1. Taruh buku di tempat yang paling sering kamu lihat.
  2. Baca 10 halaman sebelum membuka media sosial.
  3. Tulis satu kalimat yang paling kamu ingat.

10 halaman sehari kira-kira sama dengan 12 buku setebal 300 halaman dalam setahun.

Otak dan fokus

Fokus di zaman serba scroll

  1. Taruh HP di ruangan lain saat belajar 25 menit.
  2. Matikan notifikasi selain yang benar-benar penting.
  3. Ganti 10 menit scroll pertama di pagi hari dengan membaca.

Video pendek membiasakan otak berpindah cepat dari satu hal ke hal lain. Fokus yang panjang perlu dilatih lagi, pelan-pelan.

Rasa ingin tahu

Melatih rasa ingin tahu

  1. Tanyakan kenapa tiga kali untuk satu hal yang kamu lihat hari ini.
  2. Catat pertanyaan yang belum terjawab di satu halaman khusus.
  3. Cari jawabannya dari dua sumber yang berbeda.

Pertanyaan yang bagus lebih berharga daripada jawaban yang cepat.

Mengenal diri

Kenali cara kerjamu sendiri

  1. Catat jam saat energimu paling tinggi selama satu minggu.
  2. Tulis tiga kegiatan yang membuatmu lupa waktu.
  3. Minta dua teman menyebutkan kelebihanmu.

Kekuatanku ternyata ada di nalar dan data. Punyamu bisa berbeda, dan itu bagus.

Software

Belajar software apa pun lebih cepat

  1. Pelajari dasarnya dulu lewat satu proyek kecil yang nyata.
  2. Kuasai 20 persen perintah yang paling sering dipakai.
  3. Setelah dasarnya paham, lanjut ke alat berikutnya. Dalami nanti sesuai kebutuhan.
  4. Ajarkan ke teman setelah tiga hari.

Software akan terus berubah, apalagi dengan AI. Yang bertahan adalah cara berpikirnya.

Menulis

Menulis buku dari catatan kuliah

  1. Kumpulkan catatan yang paling sering kamu buka ulang.
  2. Susun jadi daftar isi sederhana.
  3. Tulis 300 kata sehari tanpa mengedit dulu.
  4. Minta teman membaca bab pertama.

Mulai kecil. Modul dulu, buku kemudian.

Public speaking

Presentasi tanpa gemetar

  1. Mulai dari kesimpulan, baru alasannya.
  2. Latihan dengan suara keras minimal tiga kali.
  3. Siapkan jawaban untuk tiga pertanyaan kenapa yang paling mungkin muncul.

Aku belajar ini dari seorang teman, dan masih terus berlatih.

Cara aku melihat desain

Desain pakai rasa.Jelaskan pakai data.

Di kelas desain, rasa itu penting. Tapi saat asistensi, dosen hampir selalu bertanya kenapa. Kenapa lampunya di situ, kenapa warnanya itu. Aku belajar menjawabnya dengan data dan logika, tanpa membuang rasa.

1

Tanya kenapa

Setiap keputusan desain punya alasan. Aku melatih diri menanyakannya sebelum dosen yang bertanya.

2

Cari datanya

Standar, buku, jurnal, dan pengukuran di lapangan. Data membuat rasa bisa dipertanggungjawabkan.

3

Jelaskan dengan bahasa desain

Angka diolah jadi gambar, diagram, dan kalimat sederhana yang mudah dipahami teman maupun dosen.

Lembar A-01 · Satu sudut bacaIlustrasi
Sudut baca dilihat dengan rasa: dinding hangat, cahaya lampu kuning, rak buku warna-warni, dan tanaman tenang hangat betah

Rasa dan data. Keduanya melihat ruang yang sama. Geser garisnya untuk membandingkan.

Sumber: SNI 6197:2011, SNI 03-6572-2001Geser untuk membandingkan

Seni dan logika bukan dua kubu yang saling melawan. [Rasa] memberi arah, [data] memberi alasan. Aku ingin teman-teman desain bisa menjelaskan karyanya dengan [tenang], karena tahu kenapa setiap garis ada di sana.

Prinsip yang kupegang sejak masuk Desain Interior ISI Yogyakarta

Keranjang